RRI.CO.ID, SRAGEN – Hujan deras yang disertai angin kencang atau angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Sragen pada Jumat, 30 Oktober 2026, petang. Peristiwa ini membawa dampak parah di tiga kecamatan di Bumi Sukowati, mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga, fasilitas umum, hingga fasilitas pemerintahan.
Berdasarkan data resmi dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, angin kencang mulai mengamuk sekitar pukul 18.30 WIB. Sebanyak 3 kecamatan yang meliputi Kecamatan Plupuh, Kecamatan Masaran, dan Kecamatan Sidoharjo dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi dari ringan hingga berat.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sragen, Ahmad Subekti, melalui laporan penanganan sementara mencatat total dampak bencana ini melibatkan 200 Kepala Keluarga (KK) atau 641 jiwa.
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan atap mulai dari genting pecah mencapai total 114.085 biji, asbes, galvalum, hingga seng. Selain sektor perumahan, terjangan angin kencang juga merusak fasilitas umum dan pendidikan, termasuk Gedung Aula Ponpes Raden Patah II di Desa Sumorodukuh, Plupuh, yang dilaporkan roboh.
"Tiga unit Koperasi Desa Merah Putih serta satu rumah usaha (ruko mebel) dan dua kandang sapi turut mengalami kerusakan berat," katanya Sabtu 31 Oktober.
TRC BPBD Sragen dan Warga di Berbagai Kecamatan melakukan penanganan pohon tumbang dan rumah rusak dampak hujan deras dan angin kencang yang terjadi Jumat 30 Otkober petang. (Foto: RRI/BPBD Sragen)
Tak hanya itu, tercatat pula 11 pohon tumbang yang menimpa rumah warga, gudang, serta sempat menghalangi akses jalan.
Total kerugian material akibat bencana hidrometeorologi ini ditaksir mencapai Rp574.865.000. "Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut."
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sragen yang berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, aparatur kecamatan, perangkat desa, PLN, serta sekitar 100 personel dari aliansi relawan gabungan se-Kabupaten Sragen langsung bergerak cepat melakukan kaji cepat (assessment) dan evakuasi di lokasi kejadian sejak Jumat malam.
Hingga hari Sabtu, 31 Oktober 2026, tim gabungan masih berjibaku melanjutkan penanganan pembersihan sisa pohon tumbang serta memperbaiki titik-titik yang belum sepenuhnya terkondisi.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang kerap terjadi di musim peralihan ini." MI