RRI.CO.ID, Surakarta – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) menggelar edukasi gaya hidup halal di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Program Goes to School ini memberikan pemahaman mendalam bagi Generasi Z (Gen Z) mengenai penerapan nilai syariah dalam pemilihan makanan, busana, pergaulan sehat, kesehatan mental, hingga perencanaan keuangan.
Wakil Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua Dewan Pembina MES, Astrid Widayani, memaparkan edukasi ini dirancang agar pemuda memiliki pondasi karakter yang tangguh, sehingga tidak goyah oleh pengaruh negatif pergaulan maupun utang digital.
"Kita ingin fokuskan pada kebiasaan hidup halal mulai dari makanan, fashion, memilih pergaulan yang baik, sampai dengan perencanaan keuangan dan pernikahan," ujar Astrid, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia menyoroti pentingnya perencanaan keuangan syariah di tengah maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, paylater, dan judi online.
Astrid, menegaskan literasi keuangan syariah sejak dini sangat krusial untuk mencegah sifat konsumtif generasi penerus akibat kemudahan akses berutang digital.
"Saya harapkan anak-anak muda sekarang Gen Z sudah cerdas, tidak hanya dalam mengelola diri dan bijak dalam bermedia sosial, tapi juga cerdas dalam pengelolaan keuangan," kata Astrid.
Kepala MAN 2 Surakarta, Sukidi, mengapresiasi sinergi ini karena sejalan dengan visi sekolah yang baru saja meraih Juara Pertama Gebyar Syariah di UIN Salatiga, sekaligus mematangkan pemahaman siswa menghadapi bahaya budaya konsumtif.
Sukidi menegaskan, pihaknya berkomitmen tinggi untuk terus menanamkan ilmu berbasis syariah secara menyeluruh agar 1.231 siswanya mampu menata masa depan dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.
"Kami ingin membentuk satu generasi yang paham tentang ekonomi syariah. Kehidupan yang akan datang akan kita tata dengan kehidupan yang syariah," ucapnya.
Kegiatan edukasi ini turut menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Ketua KPMI Korwil Solo, Dedhy Prihtiantoro, perwakilan OJK, Widiyansyah Maulana, Psikiater RS UNS, dr. Halim Tazer Kusuma, serta Direktur BPRS Insan Mulia, Rusmiati. (Dania)